Menu

Mode Gelap

Berita · 7 Okt 2022 16:13 WIB ·

Banjir Aceh Utara, Walhi Aceh: Selesaikan Master Plan Pengelolaan Banjir Secara Terpadu


 Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Shalihin. Foto: Dok Ahmad Shalihin for Gumpalannews.com Perbesar

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Shalihin. Foto: Dok Ahmad Shalihin for Gumpalannews.com

Gumpalannews.com, Aceh Utara – Untuk menanggulangi banjir yang kerap terjadi di Aceh, setidaknya ada 3 hal yang harus dilakukan Pemerintah Aceh.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Shalihin, kepada Gumpalannews.com, Jumat, 7 Oktober 2022, menanggapi bencana banjir yang terjadi Kabupaten Aceh Utara.

“Pertama, untuk penanggulangan banjir, Pemerintah Aceh diharapkan dapat menyelesaikan master plan pengelolaan banjir Aceh secara terpadu,” kata Shalihin.

Kedua, lanjutnya, terkait tata ruang. Kebijakan yang dianggap krusial dan dipandang sebagai pemicu terjadinya bencana banjir ini dinilai belum memiliki sensitifitas terhadap kebencanaan, khususnya bencana banjir.

“Pembangunan infrastruktur malah memicu banjir. Dalam perencanaan ruang, lahan-lahan pertanian berkelanjutan kadang-kadang dialokasikan di tempat bencana, bahkan ada rencana pemukiman ditempatkan di lokasi yang rawan banjir. Di Aceh Utara, rencana pengembangan ibu kotanya justru berada di daerah rawan banjir,” jelas laki-laki yang akrab disapa Om Sol ini.

Ketiga, dari sisi perencanaan hukum. Menurutnya, banyak kegiatan ilegal di hulu sungai tidak diselesaikan secara tuntas.

“Juga soal peningkatan pemahaman masyarakat terkait bencana banjir harus dilakukan secara maksimal, sehingga dapat meminimalisir kerugian harta benda masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Shalihin menjelaskan, ia tidak membantah jika selama ini banjir yang terjadi di Aceh Utara bersumber dari Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pun demikian, ia menampik keadaan tersebut merupakan faktor penyebab tunggal.

“Sebagian benar, tapi tidak semua. Juga bisa diakibatkan dengan kehadiran PT Satya Agung di Geudong Pasee yang sedang membuka lahan disana. Pembukaan lahan itu menjadi salah satu dugaan penyebab terjadinya banjir,” jelasnya.

“Kemudian juga ada proses perbaikan bendungan Keureuto itu menjadi salah satu penyebab. Kondisi sanitasi, saluran air yang kurang baik juga memperparah kondisi banjir. Beberapa wilayah di Aceh Utara itu memang tidak layak lagi untuk ditinggali, karena daya tampung dan daya dukung lingkungannya tidak lagi mendukung,” tambah Om Sol sekaligus menutup keterangannya.

Laporan : Im Dalisah

Editor    : Kirfan

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Diwakili Staf Ahli, Pj Bupati Nagan Raya Buka Muscab PAFI 2022

26 November 2022 - 14:59 WIB

15 Dari 33 Calon Anggota Baitul Mal Di Nagan Raya Dinyatakan Lulus Seleksi

26 November 2022 - 10:59 WIB

Jawab Keluhan Masyarakat Alafan, Anggota DPRA Dari Partai Demokrat, Edi Kamal: Kita Akan Perjuangkan Kembali

26 November 2022 - 10:42 WIB

Kader Panwascam Nagan Raya ikuti Training Pencegahan dan Penanganan Sengketa Pemilu

26 November 2022 - 09:58 WIB

Buka Rapat Kerja Unimal, Fitriany Farhas Berharap Perguruan Tinggi Harus Mampu Melahirkan Lulusan Ideal

26 November 2022 - 09:51 WIB

Pj Bupati Abdya Tinjau Jembatan Penghubung Antar Gampong Tidak Layak Pakai

26 November 2022 - 09:47 WIB

Trending di Berita

Sorry. No data so far.