Menu

Mode Gelap

Berita · 6 Okt 2022 17:59 WIB ·

Catat Nol Kasus Pada PMK, Ini Upaya yang Dilakukan Dinas Peternakan Aceh


 Kadis Peternakan Aceh Zalsufran saat melakukan Biosecuriti dan penyemprotan disinfektan di salah satu peternakan di Aceh besar. Kamis (06/10/2022). Foto: Im Dalisah/gumpalannews.com Perbesar

Kadis Peternakan Aceh Zalsufran saat melakukan Biosecuriti dan penyemprotan disinfektan di salah satu peternakan di Aceh besar. Kamis (06/10/2022). Foto: Im Dalisah/gumpalannews.com

Gumpalannews.com, Banda Aceh – Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional diketahui mengapresiasi penanganan PMK yang selama ini dilakukan di Aceh, sehingga Aceh mampu mencatatkan status zero case atau nol kasus PMK.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan rapat koordinasi Monev penanganan PMK yang digelar di Banda Aceh, Selasa, 4 Oktober 2022.

“Dalam rapat koordinasi itu, Ibu Tety Saragih dari Satgas Nasional, dalam Rapat Koordinasi Monev penanganan PMK bersama Pak Sekda mengapresiasi keberhasilan Aceh dalam melakukan upaya-upaya penanganan PMK, sehingga Aceh saat ini mampu mencatatkan zero case PMK,” ujar Kadis Peternakan Aceh, Zalsufran, kepada Gumpalannews.com. Kamis, 6 Oktober 2022.

Kepada media ini, Zalsufran menceritakan capaian tersebut tidak lepas dari komitmen pemimpin yang ada di Aceh, termasuk seluruh tim yang terlibat dalam Satgas PMK Aceh.

“Tim ini terdiri dari Sekda sebagai ketua, Ketua I bapak Wakapolda, Kasdam sebagai Wakil ketua II, BPBA dan dinas-dinas terkait. Kami juga melibatkan kampus, serta lembaga profesi seperti Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Asosiasi Obat-obatan, dan tentunya masyarakat sebagai penerima manfaat. Seluruh stakeholder terkait bekerja dengan serius. Kekompakan yang terbangun begitu hebat. Saya pikir ini kunci dari kesuksesan ini,” Jelas Zalsufran.

Lebih lanjut Kadis Peternakan itu menjelaskan, pihaknya telah menangani total 47 ribu kasus, dan dalam dua bulan setengah terakhir menunjukkan tren penurunan yang sangat positif.

“Hari ini adalah hari keempat kita mendapati zero chase (0 kasus). Mudah-mudahan ini terus bisa bertahan, namun kita tetap melakukan pengawasan yang ketat. Kita tidak boleh lalai dan abai. Walaupun sudah sembuh secara klinis, tapi masih menyimpan virus. Pokoknya gak boleh berhenti, dan tetap waspada, perbatasan juga harus dijaga dengan baik,” terang Zalsufran.

Pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan capaian positif ini dengan tetap melakukan vaksinasi hingga terbentuknya herd community. Dinas Peternakan Aceh menargetkan minimal 80% dari total populasi (500 ribu) ternak mendapat vaksinasi.

“Memang ini tidak mudah, karena peternakan kita bukan tipe peternakan intensif. Jadi rata-rata peternak melepas ternaknya begitu saja, kapan-kapan perlu baru dicari. Ini agak menyulitkan dalam vaksinasi karena harus mengumpulkan ternaknya terlebih dahulu,” kata Zalsufran.

“Tapi semangat vaksinator dan dokter hewan di daerah itu luar biasa. Mereka lah ujung tombak kita saat ini,” tambah Zalsufran mengapresiasi petugas lapangan sekaligus menutup keterangannya.

 

Laporan : Im Dalisah

Editor : Im Dalisah

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Diwakili Staf Ahli, Pj Bupati Nagan Raya Buka Muscab PAFI 2022

26 November 2022 - 14:59 WIB

15 Dari 33 Calon Anggota Baitul Mal Di Nagan Raya Dinyatakan Lulus Seleksi

26 November 2022 - 10:59 WIB

Jawab Keluhan Masyarakat Alafan, Anggota DPRA Dari Partai Demokrat, Edi Kamal: Kita Akan Perjuangkan Kembali

26 November 2022 - 10:42 WIB

Kader Panwascam Nagan Raya ikuti Training Pencegahan dan Penanganan Sengketa Pemilu

26 November 2022 - 09:58 WIB

Buka Rapat Kerja Unimal, Fitriany Farhas Berharap Perguruan Tinggi Harus Mampu Melahirkan Lulusan Ideal

26 November 2022 - 09:51 WIB

Pj Bupati Abdya Tinjau Jembatan Penghubung Antar Gampong Tidak Layak Pakai

26 November 2022 - 09:47 WIB

Trending di Berita

Sorry. No data so far.